![]() |
| Penampakan di rubrik Konan Radar Bojonegoro Minggu |
Selamat membaca cerita anak karya saya sendiri yang dimuat empat tahun silam ini ya! Semoga memberi inspirasi bagi kamu, iya kamu, dan anak/adik/sepupu/keponakan/sahabatmu. 😊😊
Mencuci Baju Sendiri
Setelah
naik kelas 5, Ibu meminta Rika untuk mencuci baju sendiri. Rika enggan sekali
menerima tugas dari Ibu itu.
Rika
membayangkan waktu bermainnya akan berkurang. Nanti tangan Rika juga akan
kasar. Kata Ilma, temannya yang sudah mencuci bajunya sendiri karena ibunya
bekerja di luar negeri, sabun diterjen membuat tangan menjadi panas dan kasar.
Ia juga teringat beberapa iklan di televisi saat seorang ibu mencuci pakaian.
Rika
ingin sekali menolak tugas itu. Namun, Rika takut ibu akan marah. Dengan berat
hati, sepulang sekolah Rika pergi mencuci baju seragamnya yang sudah tidak
dipakai besok.
Dengan
muka kusut dan cemberut, Rika merendam bajunya dengan sabun, lalu menyikatnya.
“Wah,
anak ayah rajin sekali. Sekarang sudah pandai mencuci baju, ya,” tiba-tiba Ayah
datang menyapa Rika.
Ayah
tersenyum melihat Rika hanya membalas sapaan Ayah dengan senyum simpul. Ayah
tahu, Rika baru pertama kali mencuci baju. Sehingga, Rika masih enggan
melakukan pekerjaan tersebut.
“Rika
tahu kenapa Ibu menyuruh Rika mencuci baju sendiri?” tanya Ayah.
“Karena
Rika sudah kelas 5, Yah,” jawab Rika.
Ayah
tersenyum lagi mendengar jawaban dari Rika.
“Rika
benar. Karena Rika sudah kelas 5, itu artinya Rika sudah besar. Rika harus bisa
mandiri. Nanti Rika tidak akan menyusahkan orang lain lagi,” kata Ayah.
“Tapi
teman-teman Rika juga banyak yang belum mencuci baju sendiri, Yah,” ujar Rika
masih cemberut.
“Wah,
berarti Rika adalah anak Ayah yang hebat! Teman-teman Rika belum bisa mandiri,
sedangkan Rika sudah bisa mandiri duluan,”
kata Ayah berusaha menghibur Rika. Kemudian Ayah kembali masuk ke dalam rumah.
Rika
memikirkan kata-kata ayahnya.
“Ayah
benar, paling tidak sekarang Rika belajar untuk mandiri. Apalagi Ibu sedang
mengandung. Kalau nanti Rika punya adik baru, pasti Ibu akan sibuk. Rika juga
disebut anak yang hebat oleh ayah karena sudah berusaha belajar mandiri,”
katanya dalam hati.
“Ah,
kenapa harus bersedih. Mencuci baju sendiri juga menyenangkan, kok,” ujarnya.
Ia kemudian
bermain gelembung sabun diterjen di tangan, lalu ditiup ke atap kamar mandi. Baju-baju
yang sudah dicuci, dibilas dengan air bersih. Kalau hati senang, mencuci baju
semakin cepat selesai dan tidak melelahkan. Tangan Rika juga tidak terasa kasar
dan panas.
“Hmm,
tangan Rika jadi harum setelah cuci-cuci baju,” kata Rika sambil menjemur
bajunya.
Akhirnya
mulai sekarang Rika bisa membiasakan mencuci baju sendiri dengan perasaan
senang.*
(Dimuat di Radar Bojonegoro,
22 September 2013)

No comments:
Post a Comment