Rahasia
Parfum Bunga Ratu Isabel
“Alice,
kamu ingat, besok kita akan mendapatkan parfum bunga dari Ratu Isabel. Jadi
mulai besok kita sudah bisa tumbuh wangi seperti bunga-bunga lainnya.
Kumbang-kumbang akan datang menghampiri kita.” kata Eva kepada Alice senang.
“Tentu
saja. Dan aku sudah tidak sabar lagi. Aku ingin menjadi yang paling wangi,”
jawab Alice dengan percaya diri.
Setiap
tanaman berbunga yang sudah berusia satu bulan akan mendapatkan hadiah parfum
dari Ratu Isabel, ratu di negeri bunga. Alice, Eva, dan teman-temannya di
Lembah Flowaphia akan merayakan satu bulan usia mereka besok.
Akan
ada pesta perayaan, dan di puncak acara Ratu Isabel akan memberikan parfum
kepada mereka. Alice dan Eva adalah satu keturunan bunga rose. Bukan rahasia
lagi kalau nanti keturunan bunga rose-lah yang paling wangi diantara
bunga-bunga lainnya.
Setelah
pesta dan pembagian parfum oleh Ratu Isabel usai, para bunga pergi tidur.
Seperti
pagi-pagi sebelumnya, Eva selalu rajin bangun pagi. Ia kemudian membersihkan
taman, memotong daun-daunnya yang sudah kering, dan membantu orang tuanya
mencari air sambil bersenandung riang. Meskipun dulu ia belum beraroma wangi,
tapi ia selalu rajin mandi agar terlihat bersih, sekalipun belum ada kumbang
yang akan mendekati bunga yang tak wangi.
Tapi
mulai hari ini, setelah mandi ia segera memakai parfum secukupnya. Aroma wangi
Eva tercium kemana-mana. Alice yang baru saja bangun, kaget saat mencium aroma
yang sangat wangi. Pikirnya, siapa yang beruntung mendapatkan parfum sewangi
ini. Ia segera memakai parfumnya, ia percikkan beberapa tetes di mahkota
bunganya.
Wah,
Alice sekarang juga wangi! Tapi masih tetap tidak sewangi aroma bunga yang
mengagetkannya tadi. Ia kemudian menambahkan beberapa tetes, tapi tetap saja
tidak bisa sewangi aroma bunga tadi.
Lalu
ia memutuskan untuk mencari bunga yang beraroma wangi itu. Alice kaget sekali
ketika keluar rumah ternyata sudah ramai para kumbang dan bunga-bunga lainnya.
Mereka berkerumun mengelilingi satu bunga. Baunya wangi sekali. Ternyata bunga
itu adalah Eva. Ah, Alice semakin kaget saja!
Alice
lalu pulang dan menuangkan semua parfumnya ke seluruh tubuhnya. Ia kesal sekali
jika kalah wangi dengan Eva, padahal mereka berdua sama-sama tumbuhan rose.
Ia
kembali keluar, tapi tetap tidak bisa sewangi aroma Eva. Seekor kumbang sedang
lewat di dekat rumah Alice, ia hendak menuju tempat Eva. Menghirup aroma bunga
Alice, ia berhenti, lalu berkata,
“Selamat
pagi, Alice! Wah, kenapa baumu aneh sekali! Tidak segar dan amat menusuk di
hidungku.”
Menghirup
aroma dari Alice, kumbang itu bersin-bersin. Ia lalu pergi. Alice kesal bukan
main. Ia segera pulang. Ia semakin kesal ketika melihat parfumnya sudah habis,
ia lalu menutup rumahnya rapat-rapat hari itu.
Karena parfumnya habis, diam-diam Alice
merencanakan mengambil parfum milik Eva. Ia juga ingin sewangi Eva dan
dikelilingi para kumbang.
Esok
harinya Eva tampak kebingungan mencari parfumnya setelah mandi. Parfumnya telah
hilang, semua orang ikut kebingungan, kecuali Alice.
Seperti
biasa, Alice bangun agak siang. Ia lalu memakaikan beberapa percik parfum Eva
ke tubuhnya kemudian ia keluar rumah.
Para
bunga dan kumbang yang sedang membantu Eva mencari parfumnya kaget ketika Alice
datang. Aroma bunganya sangat menyengat dan semua berlari menjauh dari Alice.
Ada
yang bilang, “Bau kotoran ayam”. Ada juga yang bilang,”Bau Alice seperti
makanan busuk”
Alice
kesal dan ia sangat marah pada Ratu Isabel yang tidak adil kepadanya. Parfum
ini sangat wangi ketika dipakai Eva, tapi kenapa berubah busuk ketika dipakainya.
Ratu
Isabel datang setelah mendengar berita bahwa bau Alice sudah mengacaukan
negeri. Ratu Isabel hanya tersenyum ketika Alice kesal padanya. Dengan lembut
Ratu Isabel berkata pada Alice.
“Alice,
semua parfum itu sama. Parfum milik anyelir, milik rose ataupun milik kaktus
itu semuanya sama. Parfum itu lalu akan menyesuaikan pemiliknya. Aromanya akan
mencerminkan pemiliknya. Jika pemiliknya baik hati dan rajin bekerja, aroma
parfum akan semakin wangi, begitu juga sebaliknya. Kamu sudah mencuri parfum
milik Eva, tentu saja itu menyakiti orang lain. Itu sebabnya baumu jadi busuk
begini.”
Alice
yang masih kesal perlahan-lahan mulai menyadari kesalahannya. Bau busuknya
mulai menghilang ketika ia meminta maaf dan mengembalikan parfum Eva. Alice
telah diberi parfum baru oleh Ratu Isabel. Sejak saat itu, Alice menjadi anak
yang rajin mandi dan bekerja. Aroma bunga Alice akhirnya menjadi wangi seperti
bunga Eva.*
Cerpen ini dimuat di Radar Bojonegoro tahun 2013. Dulu saya masih awal banget belajarnya. Belajarnya cuma sedikit. Baca-baca cernak di media juga dikit banget. Nutrisi bergizinya kurang.
Ini adalah cernak kedua saya dimuat di Radar Bojonegoro. Setelah lihat file asli ketika dikirim, ternyata editor lumayan banyak memperbaiki naskah awal saya. Naskah ini ada beberapa yang kalimatnya panjang-panjang dan kurang efektif. Syukurlah masih bisa dimuat. Hihi. Bahkan sampe jadi dua edisi saking panjangnya. Alhamdulillah malah dapat dua deh.
Sebelumnya naskah pertama saya dimuat di Radar Bojonegoro berjudul Mencuci Baju Sendiri. Saat ini filenya masih belum ketemu, karena dulu saya pakai laptop lama yang harddisknya sudah dimuseumkan dan file-file belum sampai terselamatkan. Nanti kalau sudah ada filenya, akan saya jadikan postingan di blog ini.
Terima kasih sudah sowan. Mari menulis untuk anak-anak negeri.


No comments:
Post a Comment